Saturday, May 25, 2013

benarkah berkhasiat?

sabtu 25/5 (9:58 pm)

hal yang akan gua bahas ini sebenernya udah mengganjal sekian lama sih jadi lebih baik dikeluarkan aja khan daripada nanti jadi bisul, hahahahaha :p

anyway, berhubung usia udah makin bertambah jadi mau ngga mau mulai memikirkan soal.. keriput! ahahahahahaha..

dan sampai sekarang gua masih bertanya2 apakah produk2 anti wrinkle itu beneran berkhasiat? karena in a way gua berasa rada ironis juga soal pemakaian produk ini karena konon kabarnya nih produk musti mulai dipakai sejak usia 20an yang mana artinyaa.. itu pencegahan 20 tahun di muka boo!

artinyaa.. 20 tahun yang seharusnya tuh kulit muka bebas 'bernapas' tanpa halangan ehh sekarang harus menembus krim2 anti keriput yang dioleskan di seluruh permukaan wajah :p

benarkah produk2 anti wrinkle itu berkhasiat? ataukah kita udah membuang 20 tahun dalam ketergantungan untuk suatu hal yang tidak berpengaruh besar juga?

dan mengenai kandungan dalam produk2 kecantikan itu sendiri gua pikir in the end kita hanya bisa percaya bahwa kandungan yang ditulis di kemasan adalah benar dan tidak mengandung bahan yang membahayakan kesehatan, iya ga sih?

sabtu 25/5 (10:11

Friday, May 24, 2013

apa yang merusak keluarga?

jumat 24/5 (1:13 pm)

ada percakapan yang menarik pas nonton criminal minds..

kamu tau apa yang merusak keluarga?

smartphones!

coba aja perhatiin ya, kemaren ada keluarga makan bersama tapi tidak saling bertegur sapa karena masing2 sibuk dengan ponsel mereka dan lebih memilih untuk mengupdate status di jejaring sosial.

berasa familiar dengan situasi di atas? perkembangan teknologi serta kemudahan komunikasi seringkali merenggut kita dan menjauhkan dari apa yan seharusnya penting dan harus dijaga.

beberapa waktu lalu gua membaca tautan link yang bilang bahwa si kimi raikkonen menolak mempunyai akun facebook karena menurutnya ngga perlu lah tiap orang tahu apa yang dilakukannya, dia lebih memilih privasi.

hmm, sulit lho untuk menahan godaan iti.. untuk tetap not that exist di kala gerbang untuk mengeksiskan diri terbuka lebar tanpa ada yang bisa melarang.

hal ini membawa pada pertanyaab beriktnya, kenapa ya kadang merasa segitu perlunya untuk eksis?

percakapan di atas itu gua rasa penting untuk mendapatkan perhatian lebih karena banyak di antara kita yang udah nyemplung di dalamnya, mungkin tanpa menyadari bahaya yang mengintai.

it's not just about the smartphones karena dalam banyak hal memang memilikinya itu memudahkan, yang lebih perlu dikendalikan adalah perilaku kita dalam menyikapi kemudahan, jangan sampai malah menjadikannya aebagai hal yang balik menyerang diri kita sendiri.

jumat 24/5 (1:35 pm)


Thursday, May 23, 2013

blogwalking

kamis 23/5 (6:30 am)

berhubung kompie lagi menguji kesabaran tingkat tinggi dengan ga mau nyala padahal lagi amat dibutuhkan, kegiatan online pun untuk sementara waktu beralih ke layar yang lebih kecil melalui layar ponsel.

dipikir2 memang waktunya Tuhan itu 'pas' bangets ya, tidak pernah terlalu cepat dan pastinya tidak pernah terlambay.. karena tanpa diniatin dan direncanakan, melalui tangan koko gua, gua pun bisa mendapatkan ponsel baru yang lebih memudahkan untuk ngeblog dan online yang mana jadi penghiburan bangets di kala kompie ngadat ga jelas :p

anyway, balik ke judul postingan mengenai blogwalking, pagi ini gua kembali melakukannya dan kecantol di salah satu blog yang postingannya bikin cengar cengir ga jelas dan di beberapa bagian bikin gua merasa, that is soo me! hahaha dan itu rasanya menyenangkan ;)

semoga aja ke depannya banyak menemukan blog seperti itu karena nlog yang tadi gua baca mah postingannya baru dikits jadi ga bisa diubek2 dhe :))

kamis 23/5 (6:41 am)

Wednesday, May 22, 2013

cut the rigt one

rabu 22/5 (4:13 pm)

beberapa waktu lalu gua sempet membaca quote yang bunyinya kurang lebih gini..

"kalau kuku kamu panjang, tentunya yang kamu potong itu kukunya khan dan bukan tangannya.. demikian juga dalam hal hubungan yang bermasalah, bukan orangnya yang kamu buang dalam hidup kamu melainkan masalah yang ada si antara kalian berdua"

membaca quote itu rada dilematik buat gua karena rasanya gua punya kecenderugan untuk menjauhkan diri dari orang2 yang 'bermasalah' dengan gua.. memotong tangan sih perumpamaan yang kelewat ekstrim akalau menurut gua, hahahaha..

lebih pas dibilang seperti apa yaa.. stop mengkonsumsi sesuatu sesuatu yang gua  tau hanya akan menyakiti gua.. semisal ga lagi mengkonsumsi minuman bersoda di kala lambung sedang bermasalah..

bukan berhenti total minum itu, hanya saha take a break untuk waktu yang tidak bisa ditentukan..

tentu saja dalam masa penjauhan seperti ini seringkala ada rasa kangen tapi.. untuk meminumnya saat ini ada semacam keengganan karena teringat betapa menderitanya lambung gua pas terkena minuman bersoda itu..

untuk saat ini.. untuk saat ini..

rabu 22/5 (4:23 pm)

Tuesday, May 7, 2013

masuk mana?

selasa 7/5 (4:25 pm)

dalam kebaktian tengah minggu sekian pekan silam, sang pendeta itu membawakan topik mengenai depresi yang mana para penderita depresi ini, terutama yang kadarnya udah berat itu mempunyai kecenderungan untuk bunuh diri, karena mereka seakan2 bisa 'mendengar' suara2 dalam kepala mereka dan tidak kuasa untuk menolak apapun yang diperintahkan suara2 tersebut untuk dilakukannya.

seperti biasa, dalam kebaktian tengah minggu itu, di akhir khotbah diberikan kesempatan pada jemaat untuk bertanya, tentu saja syukur2 sih pertanyaan yang diajukan itu ya yang sesuai dengan khotbah di malam yang bersangkutan lah.

seorang ibu mengangkat tangan untuk bertanya, dan berikut pertanyaannya, "pak pendeta, kalau misalnya pada saat orang tersebut sedang lemah imannya dan dia memutuskan untuk bunuh diri dan 'berhasil' meninggal, apakah orang itu sudah pasti tidak masuk surga?"

yang gua suka adalah jawaban yang diberikan oleh pendetanya, dia bilang, "soal itu kita musti tanya sama Tuhan, bu, karena saya tidak bisa menjawabnya!"

hahahaha.. beneran, gua suka ama jawaban itu :) karena seringkali gua merasa banyak dari kita menjadi terlalu arogan dan memutuskan sendiri siapa2 saja yang 'berhak' untuk masuk surga, padahal yaa.. mengenai siapa yang bisa masuk surga itu khan sepenuhnya hak Tuhan! kalau kita bisa masuk ke dalamnya ajaa, itu udah puji syukur bangets laahh.. masa sih kita malah mau protes sama Tuhan, kalau di surga nanti ketemu ama orang2 yang menurut kita ngga 'pantas' untuk berada dalam tempat yang sama dengan kita, huahahaha..

pak pendeta, semoga sering2 khotbah di gereja deket rumah yaa.. karena tiap kali mendengar khotbahnya itu berasa mendapatkan 'sesuatu', huehehehe :)

selasa 7/5 (4:34 pm)