kamis 31/1 (6:45 pm)
sebagai seorang moody yang juga impulsif, terkadang kalau pas ingin melakukan sesuatu itu ada baiknya langsung gua lakukan at the very moment, kalau ngga, biasanya keinginan itu pun menguap and akhirnya ngga jadi melakukannya dhe, hahahaha.. walaupun kadang yaa, melakukan sesuatu secara terburu2 itu bisa membawa konsekuensi penyesalan :p tapii.. itu urusan belakangan, hahaha..
anywayy.. kemaren ini sempet mampir ke blognya seseorang and dia ngasih catatan di halaman muka blognya kalau dia menghapus link2 di blogroll-nya, mungkin supaya loading blog-nya itu cepat kali yaa..
entah kenapa ngebaca itu gua jadi kepikiran buat ngapus mine as well, hahahhaa..
dan sebelum gua menulis postingan ini, gua udah melenyapkan 1 bagian besar yang memuat link2, langkah berikutnya adalah memindahkan link teman2 postcrosser buat dipejeng di blog postcard gua aja dhe.. abis dipikir2 percuma..
alasan utama gua mejeng itu khan supaya gampang kalau mau ngeliat2 update dari temen2 blogger ya tinggal klik ajaa.. tapi masalahnya, itu link2 baru nongol kalau gua membuka blog gua and gua jarang buka blog.. jadi sebagian besar link dari blog2 yang memang pengen gua ikutin, gua pindahin ke reading list, jadi begitu gua mau masuk ke blogger, nongol dhe tuh update2annya sebelum gua ngeklik mau nulis di blog yang mana and this i find is more comefortable for me :)
jadii.. selamat tinggal list2 panjang, maafkan kalian menghilang tanpa pemberitahuan :p
kamis 31/1 (6:51 pm)
~in life.. you might find yourself face to face with neverending questions.. and that's what this blog is all about cause i like questioning in hoping that one day i will finally get the answers~
Thursday, January 31, 2013
Wednesday, January 30, 2013
di mana dan kepada siapa?
rabu 30/1 (3:36 pm)
ketika sedang menuliskan postingan ini, ada satu pertanyaan/kesimpulan yang terasa menggugah.. yaitu tentang pengharapan.
pertanyaannya sederhana saja sebenarnya..
"di manakah dan kepada siapakah kita menaruh pengharapan?"
pertanyaan itu seringkali sederhana, biasanya jawaban itu yang lebih kompleks, hahahaha.. karena kadang kalau lagi ngisi psikotes githu juga berasa ada semacam pertentangan batin, di satu sisi bisa meraba2 lah kira2 jawaban yang 'tepat' itu yang mana.. tapi di sisi lain, jawaban yang 'ideal' itu belum tentu tindakan yang akan kita lakukan dalam dunia nyata, hahaha.. jadi ada benturan dan konflik dalam memilih jawaban itu :p
kembali ke pertanyaan di atas..
jawabannya seharusnya sama sederhananya seperti pertanyaannya, yaitu.. Tuhan.
ya, Tuhan adalah jawabannya.
tapi.. pada kenyataannya.. sudahkah keadaan kita itu seperti jawaban yang sudah kita ketahui itu? apa memang benar kita menaruh pengharapan kita hanya kepadaNya? bukan pada harta benda kita, ataupun koneksi yang kita miliki?
bertanyalah.. bertanyalah.. karena hanya dengan bertanya maka jawaban itu akan datang..
hanya saja persiapkanlah diri karena mungkin saja jawaban yang datang itu tidak seperti yang kita harapkan :)
rabu 30/1 (3:42 pm)
ketika sedang menuliskan postingan ini, ada satu pertanyaan/kesimpulan yang terasa menggugah.. yaitu tentang pengharapan.
pertanyaannya sederhana saja sebenarnya..
"di manakah dan kepada siapakah kita menaruh pengharapan?"
pertanyaan itu seringkali sederhana, biasanya jawaban itu yang lebih kompleks, hahahaha.. karena kadang kalau lagi ngisi psikotes githu juga berasa ada semacam pertentangan batin, di satu sisi bisa meraba2 lah kira2 jawaban yang 'tepat' itu yang mana.. tapi di sisi lain, jawaban yang 'ideal' itu belum tentu tindakan yang akan kita lakukan dalam dunia nyata, hahaha.. jadi ada benturan dan konflik dalam memilih jawaban itu :p
kembali ke pertanyaan di atas..
jawabannya seharusnya sama sederhananya seperti pertanyaannya, yaitu.. Tuhan.
ya, Tuhan adalah jawabannya.
tapi.. pada kenyataannya.. sudahkah keadaan kita itu seperti jawaban yang sudah kita ketahui itu? apa memang benar kita menaruh pengharapan kita hanya kepadaNya? bukan pada harta benda kita, ataupun koneksi yang kita miliki?
bertanyalah.. bertanyalah.. karena hanya dengan bertanya maka jawaban itu akan datang..
hanya saja persiapkanlah diri karena mungkin saja jawaban yang datang itu tidak seperti yang kita harapkan :)
rabu 30/1 (3:42 pm)
Tuesday, January 29, 2013
belenggu
selasa 29/1 (2:19 pm)
gua rasa pelajaran penting yang gua dapatkan hari ini adalahh..
"manusia itu seringkali terbelenggu oleh aturan2 yang dibuatnya sendiri!"
hahaha.. bukan kesimpulan yang baru bangets pastinya, karena banyak di antara kalian yang mungkin bergumam, "ke mana ajee loee, baru tau sekarang?!", hahahahaha..
well.. tau-nya sih mungkin udah dari dulu tapi baru benar2 menyadarinya itu sekarang :))
dan pemicunya itu adalaahh.. postcards!
atau lebih tepatnya, blog postcard gua yang sempet terbengkalai selama hampir setahun :p
gimana ceritanyaa?
beginii..
awal gua bikin tuh blog, tujuannya sebagai rekam jejak dari kartu2 pos yang gua kirimkan maupun yang gua terima.. tapi seiring berlalunya waktu dengan meningkatnya volume kartu pos yang keluar masuk ditambah dengan rasa malas yang sering menyergap, akhirnya kegiatan memfoto kartu pos dengan kamera untuk kemudian mentransfer file2nya ke komputer lalu di-resize sebelum ditampilkan itu, dari yang awalnya terasa menyenangkan, akhirnya malah lebih terasa sebagai beban yang mulai mencekik.
soo.. daripada gua kehabisan napas hanya buat ngurusin tuh blog, akhirnya gua tinggalin ajaa..
dalam perjalanan waktu, gua malah makin sering berinteraksi dengan sesama postcrosser lainnya, terutama yang dari Indonesia. banyak di antara mereka yang juga memiliki blog khusus memuat perihal kartu2 pos.
terkadang kalau lagi sempat dan ingin, gua mengunjungi blog2 mereka, walau belon tentu meninggalkan jejak sih.. dan membaca postingan demi postingan yang mereka publish.. somehow sedikit demi sedikit menimbulkan kerinduan dalam diri gua untuk kembali melongok blog postcard gua itu, hahaha..
dan menjelang akhir januari ini, tepatnya di hari senin lalu, gua pun mulai kembali mengisinya dan membebaskan diri gua dari aturan yang gua buat sendiri yang selama ini justru telah membelenggu gua and malah membuat gua enggan untuk mengisi nih blog, hahaha..
this thing supposed to be fun! jadi ngga perlu lah membuat aturan2 yang ujung2nya malah mengusir kesenangannya itu sendiri :p
soo.. that's my valuable lesson untuk hari ini, dan rasanya ini pantes untuk dimasukkan ke dalam toples, ahahahahahahaha..
selasa 29/1 (2:27 pm)
gua rasa pelajaran penting yang gua dapatkan hari ini adalahh..
"manusia itu seringkali terbelenggu oleh aturan2 yang dibuatnya sendiri!"
hahaha.. bukan kesimpulan yang baru bangets pastinya, karena banyak di antara kalian yang mungkin bergumam, "ke mana ajee loee, baru tau sekarang?!", hahahahaha..
well.. tau-nya sih mungkin udah dari dulu tapi baru benar2 menyadarinya itu sekarang :))
dan pemicunya itu adalaahh.. postcards!
atau lebih tepatnya, blog postcard gua yang sempet terbengkalai selama hampir setahun :p
gimana ceritanyaa?
beginii..
awal gua bikin tuh blog, tujuannya sebagai rekam jejak dari kartu2 pos yang gua kirimkan maupun yang gua terima.. tapi seiring berlalunya waktu dengan meningkatnya volume kartu pos yang keluar masuk ditambah dengan rasa malas yang sering menyergap, akhirnya kegiatan memfoto kartu pos dengan kamera untuk kemudian mentransfer file2nya ke komputer lalu di-resize sebelum ditampilkan itu, dari yang awalnya terasa menyenangkan, akhirnya malah lebih terasa sebagai beban yang mulai mencekik.
soo.. daripada gua kehabisan napas hanya buat ngurusin tuh blog, akhirnya gua tinggalin ajaa..
dalam perjalanan waktu, gua malah makin sering berinteraksi dengan sesama postcrosser lainnya, terutama yang dari Indonesia. banyak di antara mereka yang juga memiliki blog khusus memuat perihal kartu2 pos.
terkadang kalau lagi sempat dan ingin, gua mengunjungi blog2 mereka, walau belon tentu meninggalkan jejak sih.. dan membaca postingan demi postingan yang mereka publish.. somehow sedikit demi sedikit menimbulkan kerinduan dalam diri gua untuk kembali melongok blog postcard gua itu, hahaha..
dan menjelang akhir januari ini, tepatnya di hari senin lalu, gua pun mulai kembali mengisinya dan membebaskan diri gua dari aturan yang gua buat sendiri yang selama ini justru telah membelenggu gua and malah membuat gua enggan untuk mengisi nih blog, hahaha..
this thing supposed to be fun! jadi ngga perlu lah membuat aturan2 yang ujung2nya malah mengusir kesenangannya itu sendiri :p
soo.. that's my valuable lesson untuk hari ini, dan rasanya ini pantes untuk dimasukkan ke dalam toples, ahahahahahahaha..
selasa 29/1 (2:27 pm)
Tuesday, January 22, 2013
complicated?
selasa 22/1 (8:24 pm)
biasa dhee.. lagi ada yang mengganjal jadi mari kita bahas di sini aja walau pastinya bakal tersirat dalam tersurat, huahahahaha :p
anywayy.. gua jadi mikir2 ya sehabis ngobrol2 sama seseorang..
kadang yaa.. mungkin kita sebagai manusia itu suka merumitkan masalah yang sebenernya sederhana. apa karena kita udah terbiasa di dunia yang mana segalanya itu tampak kompleks ya sehingga ketika disodorkan sesuatu yang simpel itu tanggapan pertamanya langsung, "what's behind this?", ada apa di baliknya, apa makna tersirat yang perlu digali? ngga mungkin bangets khan segitu gampangnya yang perlu dilakukan untuk mendapatkan hal itu?
jadi mikir..
hari ginii.. kalau misalnya ada yang nunjukin jalan ke kita menuju sebuah kerajaan, tapi jalan yang ditunjuk orang itu tuh hanya berupa jalan setapak, lumutan pula and masih banyak semak yang perlu disibak untuk melaluinya, kira2 kita bakal percaya ngga ya ama tuh orang kalau di ujung jalan tersebut memang terdapat sebuah kerajaan yang kemasyurannya itu melampaui kerajaan2 dunia lainnya yang pernah ada?
pasti reaksinya, "ngga mungkin lah yaauu!"
hmm..
selasa 22/1 (8:36 pm)
biasa dhee.. lagi ada yang mengganjal jadi mari kita bahas di sini aja walau pastinya bakal tersirat dalam tersurat, huahahahaha :p
anywayy.. gua jadi mikir2 ya sehabis ngobrol2 sama seseorang..
kadang yaa.. mungkin kita sebagai manusia itu suka merumitkan masalah yang sebenernya sederhana. apa karena kita udah terbiasa di dunia yang mana segalanya itu tampak kompleks ya sehingga ketika disodorkan sesuatu yang simpel itu tanggapan pertamanya langsung, "what's behind this?", ada apa di baliknya, apa makna tersirat yang perlu digali? ngga mungkin bangets khan segitu gampangnya yang perlu dilakukan untuk mendapatkan hal itu?
jadi mikir..
hari ginii.. kalau misalnya ada yang nunjukin jalan ke kita menuju sebuah kerajaan, tapi jalan yang ditunjuk orang itu tuh hanya berupa jalan setapak, lumutan pula and masih banyak semak yang perlu disibak untuk melaluinya, kira2 kita bakal percaya ngga ya ama tuh orang kalau di ujung jalan tersebut memang terdapat sebuah kerajaan yang kemasyurannya itu melampaui kerajaan2 dunia lainnya yang pernah ada?
pasti reaksinya, "ngga mungkin lah yaauu!"
hmm..
selasa 22/1 (8:36 pm)
Saturday, January 19, 2013
memulai kembali
sat 19/1 (9:42 pm)
banyak yang bilang bahwa orang kuat itu bukanlah mereka yang belum pernah merasakan jatuh, tapi mereka yang selalu bisa kembali bangkit dan memulai kembali, berapapun seringnya mereka terjatuh.
kadang gua mikir gua itu lebih sering 'memikirkan' masalah yang sebetulnya sih kalau dipikir2 lebih lanjut itu ngga berhubungan langsung juga dengan gua, yang artinya, ngapain juga khan dipikirin (secara sadar maupun ngga) dengan segitunya sampai2 malah 'mengorbankan' hubungan baik yang udah ada untuk urusan yang sebenernya ngga penting2 amat.. dan orang yang 'dipikirin' itu pun amat sangat mungkin udah ngga lagi peduli dengan urusan yang masih mengganjal di pihak gua, hahaha :p
malam hari ini ketika membuka fb, gua mendapatkan beberapa quote yang seakan merupakan jawaban dari 'kegundahan' gua yang masih belum teruraikan dengan baik.
quote pertama : "feelings are much like waves, we can't stop them from coming but we can choose which ones to surf".
memang benar ombak itu akan selalu datang, tanpa diundang sekalipun, sama halnya dengan perasaan.. sometimes we just can't help the way we feel.. tapi kita selalu punya pilihan bagaimana kita akan menyikapinya karena ngga semua ombak yang datang itu harus 'disambut', ngga semua perasaan yang datang itu harus dibiarkan berlanjut, karena kita bisa memilah mana yang mau ditindaklanjuti dan mana yang harus dibiarkan 'mati'.
seakan hal itu belum cukup, quote berikutnya seakan 'menjawab' kegelisahan gua, hahahaha..
"you can't change what has already happened so don't waste your time thinking about it. move on. let go. and get over it."
huahahahahahahahaha.. mantaps bangets khan tuh quotes? :p and betapa sesuai bangets dengan kondisi gua saat ini :))
move on.
kata yang simpel bangets tapi kalau gua tengok lagi ke belakang, kenapa ya gua ngerasa susah bangets buat move on. katanya sebagian diri gua itu masih stuck di masa lalu. apa gua too attached on things that aren't supposed to be that important?
atau bagaimana ya?
and berbicara mengenai bagaimana..
hari ini ketika menengok salah satu profil di fb, gua jadi mengklik link lain yang dimuat di fb itu yang keberadaannya udah sebulanan lebih tapi baru gua tau sekarang. duhh.. apa gua udah segitu ignorance-nya sampai ngga menyadari kehadirannya ya? soalnya gua sekarang kalau buka fb itu seringan langsung masuk ke grup postcard, baca2 postingan, kalau ada yang menarik ya komen2, tapi belakangan ngga tau kenapa minatnya lagi drop.. jadi kadang tengok2 home buat mantengin picture2 quotes aja..
gua jadi teringat kembali akan sebuah pertanyaan, "but how?"
bagaimana caranya untuk memulai kembali? and mau ngga mau gua jadi teringat akan cuplikan adegan di acaranya Oprah ketika salah satu penderita anorexia (gua lupa namanya siapa) bertanya dengan tatapan penuh harap ke seorang narasumber, Tracy Goldman (kalau ngga salah, yang main di Growing Pains itu lho), "but how?", maksudnya dia nanya gimana caranya mengatasi anoreksia.. tapi Tracy just missed menangkap maksudnya.. dan terus berbicara mengenai pengalamannya sendiri untuk bangkit dan melawan anoreksia.
gua rasa saat ini gua sedang ada dalam tahap, "but how?", bagaimana caranya untuk memulai kembali berhubungan dengan mereka2 yang dulunya terasa dekat, setelah beberapa bulan terakhir ini gua ngerasa berjarak?
i just don't know what to say.. i just don't know how to say.. i just don't know how..
untuk saat ini.. i really don't know how to reconnect to them..
hmm.. hmm..
sat 19/1 (10:01 pm)
banyak yang bilang bahwa orang kuat itu bukanlah mereka yang belum pernah merasakan jatuh, tapi mereka yang selalu bisa kembali bangkit dan memulai kembali, berapapun seringnya mereka terjatuh.
kadang gua mikir gua itu lebih sering 'memikirkan' masalah yang sebetulnya sih kalau dipikir2 lebih lanjut itu ngga berhubungan langsung juga dengan gua, yang artinya, ngapain juga khan dipikirin (secara sadar maupun ngga) dengan segitunya sampai2 malah 'mengorbankan' hubungan baik yang udah ada untuk urusan yang sebenernya ngga penting2 amat.. dan orang yang 'dipikirin' itu pun amat sangat mungkin udah ngga lagi peduli dengan urusan yang masih mengganjal di pihak gua, hahaha :p
malam hari ini ketika membuka fb, gua mendapatkan beberapa quote yang seakan merupakan jawaban dari 'kegundahan' gua yang masih belum teruraikan dengan baik.
quote pertama : "feelings are much like waves, we can't stop them from coming but we can choose which ones to surf".
memang benar ombak itu akan selalu datang, tanpa diundang sekalipun, sama halnya dengan perasaan.. sometimes we just can't help the way we feel.. tapi kita selalu punya pilihan bagaimana kita akan menyikapinya karena ngga semua ombak yang datang itu harus 'disambut', ngga semua perasaan yang datang itu harus dibiarkan berlanjut, karena kita bisa memilah mana yang mau ditindaklanjuti dan mana yang harus dibiarkan 'mati'.
seakan hal itu belum cukup, quote berikutnya seakan 'menjawab' kegelisahan gua, hahahaha..
"you can't change what has already happened so don't waste your time thinking about it. move on. let go. and get over it."
huahahahahahahahaha.. mantaps bangets khan tuh quotes? :p and betapa sesuai bangets dengan kondisi gua saat ini :))
move on.
kata yang simpel bangets tapi kalau gua tengok lagi ke belakang, kenapa ya gua ngerasa susah bangets buat move on. katanya sebagian diri gua itu masih stuck di masa lalu. apa gua too attached on things that aren't supposed to be that important?
atau bagaimana ya?
and berbicara mengenai bagaimana..
hari ini ketika menengok salah satu profil di fb, gua jadi mengklik link lain yang dimuat di fb itu yang keberadaannya udah sebulanan lebih tapi baru gua tau sekarang. duhh.. apa gua udah segitu ignorance-nya sampai ngga menyadari kehadirannya ya? soalnya gua sekarang kalau buka fb itu seringan langsung masuk ke grup postcard, baca2 postingan, kalau ada yang menarik ya komen2, tapi belakangan ngga tau kenapa minatnya lagi drop.. jadi kadang tengok2 home buat mantengin picture2 quotes aja..
gua jadi teringat kembali akan sebuah pertanyaan, "but how?"
bagaimana caranya untuk memulai kembali? and mau ngga mau gua jadi teringat akan cuplikan adegan di acaranya Oprah ketika salah satu penderita anorexia (gua lupa namanya siapa) bertanya dengan tatapan penuh harap ke seorang narasumber, Tracy Goldman (kalau ngga salah, yang main di Growing Pains itu lho), "but how?", maksudnya dia nanya gimana caranya mengatasi anoreksia.. tapi Tracy just missed menangkap maksudnya.. dan terus berbicara mengenai pengalamannya sendiri untuk bangkit dan melawan anoreksia.
gua rasa saat ini gua sedang ada dalam tahap, "but how?", bagaimana caranya untuk memulai kembali berhubungan dengan mereka2 yang dulunya terasa dekat, setelah beberapa bulan terakhir ini gua ngerasa berjarak?
i just don't know what to say.. i just don't know how to say.. i just don't know how..
untuk saat ini.. i really don't know how to reconnect to them..
hmm.. hmm..
sat 19/1 (10:01 pm)
Wednesday, January 9, 2013
Surga
wed 9/1 (3:24 pm)
minggu (6/1) lalu dalam khotbahnya, sang pendeta bertanya pada jemaat, "siapa yang mau masuk Surga?", banyak tangan terangkat sebagai jawaban. sang pendeta melanjutkan ke pertanyaan berikutnya, "siapa yang mau masuk Surga duluan?", tidak seperti sebelumnya, kali ini tangan2 itu sibuk melakukan berbagai hal lain, selain terangkat sebagai tanda "mau".
menarik sebenernya untuk mencari tahu alasan di balik keengganan untuk masuk Surga terlebih dulu. kenapa tidak mau? bukankah hidup di dunia itu ada banyak kesusahan, kesedihan dan hal2 buruk lainnya yang semakin lama frekuensinya semakin sering terjadi dan seringkali tidak terelakkan? bukankah di dunia ini ada banyak sekali bencana alam? bukankah di dunia ini ada banyak ragam kejahatan? bukankah dunia ini sering memperlakukan kita dengan tidak adil?
jika demikian adanya.. mengapa tidak mau pergi ke Surga duluan? bukankah di Surga itu tidak ada lagi yang namanya penderitaan? bukankah di Surga itu kita akan selalu dilingkupi oleh sukacita? bukankah di Surga itu tidak perlu lagi memusingkan hal2 yang membuat kepala kita berdenyut2 ketika masih ada di bumi dengan segala permasalahannya?
mengapa? ya, mengapa?
penting untuk mengetahui alasan di baliknya karena hanya dengan jujur mengakuinya kita bisa memperbaiki apabila ada sesuatu yang 'salah' di balik keengganan itu :)
sang pendeta juga menyebutkan apa yang sudah beberapa kali disebutkannya dalam khotbah2 sebelumnya, "kualitas sebuah pertanyaan menentukan kualitas jawaban", jadi jangan ragu untuk bertanya, karena hanya dengan bertanya maka akan datang sebuah jawaban, dan jawaban itu sendiri akan tergantung dari pertanyaan yang kita ajukan.
ngga mungkin donks, kalau misalnya ditanya, "apa warna kesukaanmu?", terus dijawab, "saya menyukai ketenangan dan kedalaman yang terpancar setiap saya melihat laut."
padahal mungkin jawaban pertama itu adalah, "biru", baru dari pertanyaan berikut, "mengapa kamu menyukai biru?", baru dhe jawaban di atas itu menjadi 'masuk akal', ahahahahaha :p
hmm.. mari direnungkan pertanyaan di atas, bukan yang soal "warna", tapi yang soal masuk Surga :)
wed 9/1 (3:35 pm)
minggu (6/1) lalu dalam khotbahnya, sang pendeta bertanya pada jemaat, "siapa yang mau masuk Surga?", banyak tangan terangkat sebagai jawaban. sang pendeta melanjutkan ke pertanyaan berikutnya, "siapa yang mau masuk Surga duluan?", tidak seperti sebelumnya, kali ini tangan2 itu sibuk melakukan berbagai hal lain, selain terangkat sebagai tanda "mau".
menarik sebenernya untuk mencari tahu alasan di balik keengganan untuk masuk Surga terlebih dulu. kenapa tidak mau? bukankah hidup di dunia itu ada banyak kesusahan, kesedihan dan hal2 buruk lainnya yang semakin lama frekuensinya semakin sering terjadi dan seringkali tidak terelakkan? bukankah di dunia ini ada banyak sekali bencana alam? bukankah di dunia ini ada banyak ragam kejahatan? bukankah dunia ini sering memperlakukan kita dengan tidak adil?
jika demikian adanya.. mengapa tidak mau pergi ke Surga duluan? bukankah di Surga itu tidak ada lagi yang namanya penderitaan? bukankah di Surga itu kita akan selalu dilingkupi oleh sukacita? bukankah di Surga itu tidak perlu lagi memusingkan hal2 yang membuat kepala kita berdenyut2 ketika masih ada di bumi dengan segala permasalahannya?
mengapa? ya, mengapa?
penting untuk mengetahui alasan di baliknya karena hanya dengan jujur mengakuinya kita bisa memperbaiki apabila ada sesuatu yang 'salah' di balik keengganan itu :)
sang pendeta juga menyebutkan apa yang sudah beberapa kali disebutkannya dalam khotbah2 sebelumnya, "kualitas sebuah pertanyaan menentukan kualitas jawaban", jadi jangan ragu untuk bertanya, karena hanya dengan bertanya maka akan datang sebuah jawaban, dan jawaban itu sendiri akan tergantung dari pertanyaan yang kita ajukan.
ngga mungkin donks, kalau misalnya ditanya, "apa warna kesukaanmu?", terus dijawab, "saya menyukai ketenangan dan kedalaman yang terpancar setiap saya melihat laut."
padahal mungkin jawaban pertama itu adalah, "biru", baru dari pertanyaan berikut, "mengapa kamu menyukai biru?", baru dhe jawaban di atas itu menjadi 'masuk akal', ahahahahaha :p
hmm.. mari direnungkan pertanyaan di atas, bukan yang soal "warna", tapi yang soal masuk Surga :)
wed 9/1 (3:35 pm)
Monday, January 7, 2013
kalau saja..
mon 7/1 (8:54 am)
kalau saja semua wanita di dunia ini menolak untuk menjadi orang ketiga dalam suatu hubungan, ataupun menjadi istri kedua, wanita simpanan, cadangan, dan sejenisnya.. apakah para pria akan 'berhenti' berselingkuh, ataukah..?
*hmm*
efek kebanyakan nonton infotainment, hahahaha.. jadi bertanya2 dhe aww :p
mon 7/1 (8:55 am)
kalau saja semua wanita di dunia ini menolak untuk menjadi orang ketiga dalam suatu hubungan, ataupun menjadi istri kedua, wanita simpanan, cadangan, dan sejenisnya.. apakah para pria akan 'berhenti' berselingkuh, ataukah..?
*hmm*
efek kebanyakan nonton infotainment, hahahaha.. jadi bertanya2 dhe aww :p
mon 7/1 (8:55 am)
Subscribe to:
Posts (Atom)