Friday, February 22, 2013

if i die tomorrow..

jumat 22/2 (6:22 pm)

tadi iseng ngeliat2 link yang dipejeng di blog my30s and salah satu judul update-an postingan itu menarik minat gua untuk meng-kliknya. judulnya itu adalah "How Death Changed My Life (& Why It’s Important to Think About Yours)". membaca baris demi baris yang ditulis di postingan itu, mau ngga mau gua selalu teringat akan apa yang dibilang temen gua pas gua mengabarkan sekian tahun silam kalau salah satu rekan kerja gua meninggal dunia.. emang sih dia udah berumur, tapi tetap saja, ketika you get to see someone everyday and one day you're no longer seeing him.. berasa ada gimanaa githu, terlebih elo tau ngga bisa ngeliatnya itu karena dia ngga lagi berada di dunia yang sama dengan kita.

temen gua itu bilang, "it's a wake up call for you ya?"

a wake up call..

banyak yang bilang kalau kematian itu adalah a wake up call for the living.. seakan reminder bahwa hidup di dunia ini ngga berlangsung selamanya lhoo! betapapun seringnya kita berusaha mengesampingkan dan mengebelakangkan pikiran tentang kematian, hal itu ngga akan merubah kenyataan bahwa kematian itu selalu mengintai dan sesuatu yang pasti akan menghampiri setiap dari kita yang bernapas di bumi ini.

kematian.

sebuah akhir dari perjalanan hidup kita di dunia ini. tidak ada lagi kesempatan untuk menjalankan kehidupan seperti yang selama ini kita inginkan.

if someone ask you this, "if you die tomorrow, how would you feel about the life you've been living these whole times?", what would your answer be?

apakah hidup yang selama ini dijalani itu udah sesuai dengan yang diinginkan? ataukah masih banyak impian yang tertunda dan belum tercapai karena belum juga mulai diusahakan? ataukah masih setengah jalan menuju tercapainya sebuah impian?

atau?

masih banyak kah hal yang ingin dilakukan tapi selama ini lebih banyak alasan yang seakan membenarkan tindakan untuk tidak melakukannya?

atau?

salah satu pesan dari tulisan yang link-nya gua muat di atas itu adalah ini :

We know we will die, but we don’t know how long we will live

benar bangets yaa.. kita semua tahu bahwa in the end we're all gonna die, tapi ngga ada satupun dari kita yang tahu pasti berapa banyak waktu yang kita miliki untuk kita hidup di dunia ini, karena some of us die really young while some others die really old..

kapanpun waktu kita berakhir di dunia ini.. hope we will leave.. no regrets! ;)

jumat 22/2 (6:59 pm)

Thursday, February 7, 2013

where do you keep your garbage?

kamis 7/2 (7:00 am)

tadi pagi gua menyadari hilangnya suatu benda dari tempat di mana ia biasanya berada. pas gua tanyain, ternyata benda itu semalam disimpan di dalam kamar yang udah berubah fungsi jadi semi gudang.

yang bikin gua geleng2 kepala ngga ngerti adalahh.. benda yang menghilang itu adalah tempat sampah bo! tempat sampah yang biasanya dilapisi plastik kresek jadi kalau udah penuh tinggal buang plastik beserta segala isinya lalu menggantinya dengan yang baru.

i know di rumah itu ada minimal 3 kucing yang suka lalu lalang keluar masuk rumah tanpa permisi, dan di malam hari kala semua orang tertidur, nih kucing suka mengacak2 tempat sampah. sepertinya salah satu pembantu terdahulu itu ada yang suka memberi mereka makan jadi they keep coming back walau pembantu itu udah ngga ada lagi di sini. walau dipikir2 ya, namanya juga kucing, ngga disediain makan sekalipun mereka dengan senang hati mencarinya sendiri dan tanpa malu2 kalau perlu naik ke atas meja makan untuk mencoba peruntungan mereka, siapa tau ada yang bisa diembat!

anywayy..

menyoal sampah tadi yang disimpan dalam kamar, yang menurut gua hanya akan membuat itu kamar bauuu.. gua jadi kepikiran soal hati kita ini.

seberapa banyak dari kita yang menyimpan 'sampah' dalam hati?

pernah dengar khan bahwa kita itu seharusnya menuliskan kebaikan itu di batu dan kesalahan itu di pasir agar ketika ombak datang, dengan segera 'catatan' berisi kesalahan2 itu terhapus sementara untuk kebaikan yang kita terima itu hendaknya jangan dilupakan sampai kapanpun.

tapi gua pikir2 lagi, ngga penting mau di batu atau di pasir karena untuk mengukir tulisan di batu itu butuh usaha keras sementara untuk nulis di pasir yang ada ombak itu berarti musti ke pantai, hahaha.. *salah fokus, hahaha :p* asalkaaann..

jangan menyimpannya dalam hati!

kemaren ini gua sempet denger ada orang yang bilang gini, "terus aja terus.. kata2in gua, semua apa yang elo katakan itu gua catat dalam hati!", astagaaa.. ini orang hidupnya penuh dengan dendam amat ya..

don't carry those 'garbage' in your heart karena hati itu senantiasa bersama kita setiap saat! untuk apa menyimpan perkataan2 buruk seseorang dalam hati? untuk apa menyimpan kata2 menyakitkan itu dalam hati?!

it will hurt you much more than it hurts the ones who cause you the pain!

kasihilah dirimu sendiri. jangan siksa diri dengan terus menghidupkan kenangan2 buruk. mulailah menabung kata2 damai yang menentramkan di dalam hati. mulailah mengisi hati dengan ucapan syukur. belajarlah menolong diri sendiri.

kita ngga bisa membungkam setiap mulut orang yang mau melontarkan perkataan menyakitkan yang baik dengan sengaja maupun tidak ditujukan pada kita, tapi.. kita bisa mulai menjaga hati kita dan melindunginya agar perkataan2 yang tidak memberkati itu tidak menusuk tajam sampai ke dalam.. biarkan itu hanya menggores sedikit saja untuk kemudian luka itu akan sembuh dengan cepat. jangan menolong mereka dengan membantu menancapkan pisau itu lebih dalam lagi ke dalam hati.

please, help yourself.. karena betapapun banyaknya tangan yang terulur untuk menolong elo, kalau elo ngga secara aktif menyambut uluran tangan tersebut maka hal itu hanya akan sia2 dan elo ngga akan pernah keluar dari lubang 'kesengsaraan'.

i know hidup itu terkadang berjalan di luar jalur yang kita inginkan.. banyak hal2 yang kita mau terjadi, justru belum juga kesampaian, atau malah.. terjadinya dalam hidup orang lain, hahahaha *apes :p* tapi bukan berarti ngga ada hal yang bisa kita syukuri keberadaannya khan?

stop looking for what you don't have and start being grateful for what you've got in your hands..

karena hidup itu hanya sementara, sayang aja kalau dijalani dengan hati yang penuh luka..

so, where do you keep your life's garbages?

i do hope with all my heart that you don't keep them in your heart!!

kamis 7/2 (7:18 am)

Tuesday, February 5, 2013

surprised cards

selasa 5/2 (8:44 am)

kemaren ini chatting ama salah satu temen postcard gua, dia cerita kalau temen swapper-nya dia yang dari italia itu udah 2 kali mengirimkan dia surprised cards, and dia sih ngga githu suka gambarnya, tapii.. jadi merasa 'berkewajiban' untuk balik mengirimkan surprised cards ke si italia itu.

hmm..

sebagai orang yang kadang suka mengirimkan surprised cards.. well, menurut gua sih namanya juga kartu 'kejutan' ya sifatnya untuk mengejutkan orang yang menerimanya jadii.. harusnya ngga ada tekanan bagi sang penerima untuk membalas kartu kejutan yang kita kirimkan itu.

kalau si penerima memang mau membalas ya itu terserah dia tapi jelas kita ngga boleh menuntut penerima untuk mengirimkan kartu balasan karena ketika tuntutan itu hadir, maka status surprise-nya jadi menghilang dan kembali menjadi regular swap cards biasa :))

gua jarang menanyakan status surprise cards yang gua kirimkan karena kalau pakai acara nanya, akan spoiled the surprise, hahahaha.. jadi andai ngga sampai sekalipun, yaa.. berarti tuh kartu belum 'berjodoh' ama penerimanya.. andai udah sampai ke penerima tapi dia ngga ngasih tau gua, yaa.. syukurlah yang penting udah sampai dan ngga ilang di jalan :p

this valentine i send many surprise valentine's cards.. simply because i want to plus gua lagi punya stok kartu2 valentine, jadi daripada tuh kartu cuman nganggur aja di koleksi gua, mendingan dia menjelajah ke berbagai penjuru dunia khan, itung2 bertualang githuu.. siapa tau suatu hari nanti dia bisa bercerita banyak pada gua tentang kisah yang harus dialaminya untuk bisa sampai ke tempat tujuan, huehehehehehe..

jadi question of the day-nya adalahh..

"bagaimana harus menyikapi kiriman surprised cards?"

simply by say thank you and move on.. kalau di kemudian hari berasa pengen mengirimkan kartu kejutan juga buat sang pengirim yaa monggo2 ajaa.. tapi ngga ada kewajiban untuk melakukannya ;)

this is supposed to be a fun hobby jadi jangan membebani diri sendiri dengan embel2 yang ngga perlu2 amat, hahahahaha :p

psstt.. kira2 kalian termasuk orang yang gua kirimin surprised cards ga? we shall see.. we shall see ;)

selasa 5/2 (8:52 am)

Monday, February 4, 2013

membuang. melupakan. melanjutkan hidup.

senin 4/2 (9:10 pm)

malam ini gua keingetan ama satu e-mail yang dikirimkan temen gua beberapa waktu yang lalu, yang mana gua memang menunda membalasnya, lalu e-mail itupun kelelep ama e-mail2 notifikasi dari fb lalu rada terlupakan sampai malam ini tiba2 gua teringat kalau gua belum membalas e-mailnya itu.

membaca kembali e-mail yang dikirimkan temen gua itu jadi keingetan apa yang pernah disinggung oleh temen gua yang lain.

temen gua itu seorang pengajar privat, salah satu muridnya itu dia ajar sejak masih sd sampai sma untuk kemudian nih anak melanjutkan kuliah di luar negeri. temen gua yang merasa 'dekat' dengan anak muridnya itu karena sekian tahun mengajarnya sekian kali dalam seminggu, melihat tumbuh kembangnya sejak masih anak2 sampai menjadi remaja dan sebentar lagi akan memasuki dewasa muda.

tapi seiring waktu dan jarak, temen gua mulai menyadari bahwa kedekatan yang dulu dirasakannya itu mungkin terjalin karena seringnya frekuensi pertemuan karena kini setelah anak didiknya itu tinggal jauh, seolah2 ada jarak yang terbentang di antara mereka, dan jarak itu bukan hanya menyinggung masalah geografis semata.

dia bertanya pada gua, "apa lebih baik gua membuang kenangan gua ama dia aja ya? dan melupakan bahwa dulu pernah dekat. lebih baik gua melanjutkan hidup khan? apa perlu gua menghapus fb-nya agar tidak ter-update dengan berita terbaru dari dirinya?"

hmm..

menghapus fb seseorang dari daftar pertemanan itu gampang bangets, hanya perlu menekan tombol "x" ataupun mengklik opsi "unfriend", and tadaa.. you're no longer friends with that person!

tapii..

semudah itukah menghapus seseorang dalam ingatan? dan menjadikannya seakan2 tidak pernah hadir dalam hidup kita?

dan lagi, selagi sama2 masih ada umur, selalu ada kesempatan untuk bertemu kembali pada suatu hari di masa mendatang. you cannot totally eliminate that person.

dan it's amazing betapa internet itu memang mempermudah orang untuk kembali menjalin komunikasi. kalau mengingat perjalanan hidup online gua ke belakang, ada banyak "teman" yang bertemu di dunia maya, sayang hanya sedikit saja yang berlanjut ke "nyata" dan tetap menjalin kontak hingga saat ini.

mereka datang silih berganti.. kadang semuanya membaur menjadi satu hingga ngga tau lagi dari mana awal mula pertemuan dengan setiap dari mereka.

tapi ketika seseorang berusaha mencari tahu jejak keberadaan kita.. pilihan selalu ada di tangan kita, apakah kita akan menindaklanjuti dan kembali menjalin komunikasi yang terputus, atau membiarkannya tetap berada dalam kenangan dan tidak lagi menariknya masuk ke dalam kenyataan.

hmm.. which one will you choose?

senin 4/2 (9:20 pm)

Sunday, February 3, 2013

what can i do?

minggu 3/2 (10:33 pm)

hari ini ngga tau kenapa ketika gua mengikuti kebaktian sore di gereja deket rumah ituu.. sambil melihat silih berganti antara para personil musik, lalu ke para singers and choir, kok tiba2 terlintas pertanyaan..

"what can i do to glorify God?"

karena gua ngga bisa nyanyi, ngga bisa main alat musik dan ngga cakap berbicara di depan umum :p

cuman tadi pas ngeliat mereka semua, betapa mereka lebih memilih menghabiskan hari Minggu mereka untuk pelayanan dibandingkan bersenang2 di luar sana.. bagaimana mereka menggunakan talenta yang mereka miliki untuk memuliakan Tuhan.

bukan part untuk dilihat public-nya sih ya.. tapi gua rasa yang gua inginkan itu lebih ke arah 'commit to God'-nya..

sementara belum mendapatkan jawaban untuk pertanyaan ini, rasanya yang perlu gua lakukan adalah datang ke gereja secara teratur, huehehehe :)

minggu 3/2 (10:41 pm)

Friday, February 1, 2013

how would you respond?

jumat 1/2 (5:50 pm)

tadi pas lagi mau ngambil surat di kotak pos yang terletak di pagar depan rumah, gua melewati halaman depan rumah yang rasanya belum ada sebulan yang lalu baru ditanami rumput gajah. pemandangan yang terlihat lumayan menyedihkan karena yang lebih dominan ternyata justru rumput2 liarnya, atau yang kadang disebut juga sebagai teki.

terlebih di awal2 sampai tengah bulan januari lalu itu khan curah hujan lumayan tinggi, makin menambah kesuburan rumput2 liar itu. kerimbunan mereka mau ngga mau bikin gua mikir..

iya ya, benar juga.. dalam hidup ini selalu ada hal2 yang terjadi di luar rencana.. akan selalu ada teki2 yang bisa jadi justru malah tumbuh lebih subur dalam hidup kita dibanding rumput gajah yang memang sengaja mau kita pelihara.

tapii..

yang lebih penting itu bukanlah mencari cara bagaimana meniadakan teki2 itu dan membasminya hingga tuntas serta memastikannya tidak akan pernah lagi tumbuh di lahan yang kita punya, tapii.. bagaimana kita menyikapi kehadirannya itu..

karena lahan yang ditangani tukang rumput profesional sekalipun ngga bisa menghentikan keberadaan teki2 itu, yang bisa dilakukan adalah memastikan teki2 itu tidak tumbuh subur, dan tidak sampai tumbuh tinggi hingga keberadaannya terlihat.

hal2 tidak terduga selalu mempunyai peluang untuk terjadi dalam hidup ini. kejadian2 yang bisa jadi membuat berantakan rencana yang semula telah kita susun dengan rapi.

how would you respond? how would you respond?

*hmm*

jumat 1/2 (5:56 pm)