Saturday, August 27, 2011

How Do You Want To Be Remembered?

Sat 27/8 (11:22 am)

Have you ever questioned yourself, if you're no longer in this world, how do you want people to remember you? And do you think you're now have been on the right track for people to remember you that way?

*hmm*

Sat 27/8 (11:27 am)

Tuesday, August 23, 2011

Adopsi

Tue 23/8 (7:33 pm)

Topik mengenai adopsi itu salah satu topik yang menarik buat gua.. and berbicara tentang adopsi, tentu aja ada satu pertanyaan yang akan selalu terlintas bagi setiap orang yang mendengar kata 'adopsi', yaituu..

"Perlukah untuk memberitahu sang anak kalo dia itu adalah anak adopsi?"

Menurut gua.. antara perlu ngga perlu, penting ngga penting, huahahaha..

And gua jadi mikir.. berhubung gua sementara itu baru pernah merasakan posisi sebagai 'anak' dan belon mendapat kesempatan untuk merasakan posisi sebagai 'ortu', jadi gua selalu melihat dari posisi si anak, huahahaha :p

Kalo gua jadi si anak adopsi, ketika ortu angkat gua itu memberitahu kalo gua adalah anak adopsi mereka, mau ngga mau pasti akan mencuat sebuah pertanyaan dalam benak gua..

"Kenapa?!"

Maksudnya, kenapa mereka memberitahukan gua tentang hal itu? And mengapa saat itu? Apa yang sebenernya mereka mau dengan gua tau akan hal itu?

Dalam perjalanan menuju ke Kelapa Gading hari Sabtu lalu, topik yang satu ini sempat menjadi heated arguments between me and one of my friends, haha..

Menurut temen gua itu, penting bagi ortu untuk memberitahu, karena bagi dia kejujuran adalah segalanya, dia lebih memilih tau kebenaran walau menyakitkan daripada hidup dalam kebohongan.

Wakakakakak.. gua ngerasa kesindir, maksudnyeeeeeee.. gua itu kebalikan dari dia, githu? Lebih milih untuk living in sweet lies than facing bitter truth?

Apakah gua seperti itu? Hmm.. itu pertanyaan untuk lain waktu aja dhe, hahaha..

Ngga tau juga apa karena pengaruh kebudayaan atau emang lebih tergantung ama pribadi aja ya, tapi kayanya orang Asia cenderung lebih tertutup and tutup mulut dhe soal adopsi sementara orang Barat lebih terbuka.

Dan gua lagi mikir.. apa perlunya itu ngasih tau ke si anak adopsi ajaa, atau sekalian ke anak2 kandung juga?

Karena gua mikir yaa.. kalo sejak sebelon dikasih tau aja si anak adopsi udah ngerasa diperlakukan berbeda dari anak2 lainnya, apa dia ngga jadi lebih mikir yaa.. kenapa juga ortunya pake acara ngasih tau soal status pengangkatannya sebagai anak?

Dan lagi dari segi saudara2 angkatnya, kalo dari sebelon 'diumumkan' aja mereka udah 'menindas' si anak angkat, apa mereka ngga bakal lebih menekan si anak adopsi lagi andai mereka tau dia bukan saudara kandung mereka.

Jadii.. apakah perlu untuk memberitahu status adopsi itu? Apakah berlaku mutlak tanpa pengecualian sama sekali yang mana kejujuran harus selalu dijunjung tinggi? Ataukah ada special case yang mana soal pengadopsian ini lebih baik dibawa saja sampai liang kubur?

Hmm.. gua juga lagi mikir.. gimana kalo kita ngambil anak dari panti asuhan yang mana kita ngga tau sama sekali tentang orangtua anak itu ataupun saudara/i kandungnya, gimana kalo suatu saat nanti anak angkat kita itu jatuh cinta ama saudara kandungnya yaa? Huaa..

How about you, if you are an adopted child, would you like your foster parents to tell you the truth? ;)

Tue 23/8 (7:48 pm)

What Do They Reveal You?

Tue 23/8 (2:44 pm)

I got an interesting message couple of days ago..

"Circumstances don't make you, they reveal you. How you respond to the life God offers you is what makes you."

What do you think of that one?

Tue 23/8 (2:44 pm)