minggu 31/3 (7:51 pm)
kadang suka kepikiran dhe.. at the very end of my life.. kira2 hal apakah yang pada akhirnya tetap menjadi suatu hal yang penting?
kayanya penting untuk mulai membuat daftar and menjalankannya satu per satu ya, agar lebih fokus pada apa yang memang penting dalam menjalani hidup ini, bagusnya sih kalau sekalian ada daftar cara2 praktis yang bisa dilakukan agar ngga terlalu abstrak juga and ngga terlalu umum tapi lebih spesifik..
hmm.. hmm.. dari mana enaknya mulainya yaa? :D
gua udah mulai keteteran juga ngisi jar-nya nih :p kadang ada banyak yang pengen dituliskan untuk kemudian dicemplungkan ke dalam toples tapi berasa ngga sempat, huhuhu..
(in the end) what are the things that really matter?
hmm.. pertanyaan yang perlu dipikirkan lebih lanjut :)
minggu 31/3 (8:51 pm)
~in life.. you might find yourself face to face with neverending questions.. and that's what this blog is all about cause i like questioning in hoping that one day i will finally get the answers~
Sunday, March 31, 2013
Thursday, March 21, 2013
write your own obituary
kamis 21/3 (8:11 am)
pagi ini gua baru menyadari bahwa ko2 gua itu suka membaca berita2 kematian yang dimuat di surat kabar, maksudnya yang obituari githu lho yaa, bukan berita2 pembunuhan :p
gua nanya ke dia, selama ini apa pernah menemukan berita kematian orang yang dikenalnya, atau mungkin kerabat dari orang yang dikenalnya? sejauh ini sih dia bilang belum.
menurut wikipedia, 'An obituary is a news article that reports the recent death of a person, typically along with an account of the person's life and information about the upcoming funeral'.
i'm quite intriqued by this sejak menonton, hmm.. kalau ngga salah sih film 'serendipity' yang mana temennya si tokoh utama cowok (ya ya ya, gua emang susah dhe aww nginget nama karakter, hahaha :p mungkin karena in a way gua ngerasa percuma juga diingat toh di film lain dia nongol juga udah beda lagi namanya :D) membuat obituary untuk dia.
sesekali mencuat pertanyaan..
"if i could write my own obituari, what would i say about me, and about the way i've been living my life?"
pertanyaan ini menjadi menarik karena bila kita menjawab secara jujur berdasar apa yang memang kita rasakan dan alami, maka sedikit banyak akan mengungkapkan serta menyodorkan fakta apakah diri dan cara kita menjalani hidup itu sudah sesuai dengan yang kita inginkan?
are we on the right track yet?
karena jika belum, berita baiknya adalah, heyy.. we're not dead yet! kita masih hidup, haha, yang artinya masih ada waktu dan kesempatan untuk memperbaiki apa yang ada agar pada saat napas terhenti suatu saat nanti, sedikit banyak ketika dalam waktu sekian menit yang tersisa kita ada kilas balik tentang kehidupan yang kita jalani, hanya sedikit penyesalan yang tersisa :)
i'm not obsessed with death.. tapi gua pikir sesekali perlu untuk memikirkan kematian secara serius, karena itu satu dari sedikit hal yang pasti akan datang menjemput setiap dari kita tanpa terkecuali. setiap mereka yang terlahir ke dunia ini suatu saat nanti pasti akan disambut oleh kematian, itu sesuatu yang tidak terhindarkan, walaupun setiap dari kita mempunyai masa hidup yang panjangnya berbeda.
sampai sekarang gua masih belum bisa menjawab pertanyaan di atas, entahlah.. gua rasa in a way i'm kinda afraid to find out the 'truth' about me and my life, haha :p
bagaimana dengan kalian..
"if you could write your own obituary, what would you say about you, and the way you've been living your life?"
are you surprised to learn about your answers?
kamis 21/3 (8:23 am)
pagi ini gua baru menyadari bahwa ko2 gua itu suka membaca berita2 kematian yang dimuat di surat kabar, maksudnya yang obituari githu lho yaa, bukan berita2 pembunuhan :p
gua nanya ke dia, selama ini apa pernah menemukan berita kematian orang yang dikenalnya, atau mungkin kerabat dari orang yang dikenalnya? sejauh ini sih dia bilang belum.
menurut wikipedia, 'An obituary is a news article that reports the recent death of a person, typically along with an account of the person's life and information about the upcoming funeral'.
i'm quite intriqued by this sejak menonton, hmm.. kalau ngga salah sih film 'serendipity' yang mana temennya si tokoh utama cowok (ya ya ya, gua emang susah dhe aww nginget nama karakter, hahaha :p mungkin karena in a way gua ngerasa percuma juga diingat toh di film lain dia nongol juga udah beda lagi namanya :D) membuat obituary untuk dia.
sesekali mencuat pertanyaan..
"if i could write my own obituari, what would i say about me, and about the way i've been living my life?"
pertanyaan ini menjadi menarik karena bila kita menjawab secara jujur berdasar apa yang memang kita rasakan dan alami, maka sedikit banyak akan mengungkapkan serta menyodorkan fakta apakah diri dan cara kita menjalani hidup itu sudah sesuai dengan yang kita inginkan?
are we on the right track yet?
karena jika belum, berita baiknya adalah, heyy.. we're not dead yet! kita masih hidup, haha, yang artinya masih ada waktu dan kesempatan untuk memperbaiki apa yang ada agar pada saat napas terhenti suatu saat nanti, sedikit banyak ketika dalam waktu sekian menit yang tersisa kita ada kilas balik tentang kehidupan yang kita jalani, hanya sedikit penyesalan yang tersisa :)
i'm not obsessed with death.. tapi gua pikir sesekali perlu untuk memikirkan kematian secara serius, karena itu satu dari sedikit hal yang pasti akan datang menjemput setiap dari kita tanpa terkecuali. setiap mereka yang terlahir ke dunia ini suatu saat nanti pasti akan disambut oleh kematian, itu sesuatu yang tidak terhindarkan, walaupun setiap dari kita mempunyai masa hidup yang panjangnya berbeda.
sampai sekarang gua masih belum bisa menjawab pertanyaan di atas, entahlah.. gua rasa in a way i'm kinda afraid to find out the 'truth' about me and my life, haha :p
bagaimana dengan kalian..
"if you could write your own obituary, what would you say about you, and the way you've been living your life?"
are you surprised to learn about your answers?
kamis 21/3 (8:23 am)
Friday, March 15, 2013
life's greatest tragedy
jumat 15/3 (5:40 pm)
tadi ketika sedang menunggu kompie loading, tiba2 melintas sebuah pertanyaan yang menurut gua penting..
pertanyaan yang melintas itu adalahh..
"what do you think would be life's greatest tragedy?"
dan tumben2an kali ini pertanyaannya itu datang beserta dengan jawabannya!
i do think life's greatest tragedy would be when we can no longer feel God's presence in our life!
bayangkan betapa mengerikannya ketika itu terjadi karena He's everywhere dan segala sesuatu di sekitar kita itu berasal daripadaNya, tapi tetap saja kita ngga bisa merasakan kehadiranNya dalam hati, jiwa, diri, dan hidup kita.. huaa..
semoga jangan sampai mengalami hal seperti itu dhe!!
jumat 15/3 (5:43 pm)
tadi ketika sedang menunggu kompie loading, tiba2 melintas sebuah pertanyaan yang menurut gua penting..
pertanyaan yang melintas itu adalahh..
"what do you think would be life's greatest tragedy?"
dan tumben2an kali ini pertanyaannya itu datang beserta dengan jawabannya!
i do think life's greatest tragedy would be when we can no longer feel God's presence in our life!
bayangkan betapa mengerikannya ketika itu terjadi karena He's everywhere dan segala sesuatu di sekitar kita itu berasal daripadaNya, tapi tetap saja kita ngga bisa merasakan kehadiranNya dalam hati, jiwa, diri, dan hidup kita.. huaa..
semoga jangan sampai mengalami hal seperti itu dhe!!
jumat 15/3 (5:43 pm)
Thursday, March 7, 2013
langka = (lebih) berharga?
kamis 7/3 (3:04 pm)
kemaren ini pas dalam perjalanan pulang, tiba2 melintas dalam pikiran gua, "kenapa ya hal2 yang langka itu dihargai 'lebih' hanya karena kelangkaannya?", padahal belum tentu juga lebih bagus, lebih enak or lebih berguna.. pastinya sih cuman lebih menaikkan gengsi pemiliknya aja kali ya, hahaha :))
kalau ngga salah info, salah satu jenis jamur yang termasuk mahal itu adalah truffle. betul ga ya? itu mahalnya karena apa ya? karena rasanya yang sungguuuuh luar biasa enaaak? atau hanya karena susah didapat?
mungkin secara ngga sadar, banyak dari kita yang juga memberlakukan 'prinsip' ini dalam menjalani hidup, lebih 'menghargai' yang susah didapat sementara yang dengan mudah diperoleh itu cenderung disepelekan keberadaannya.
semisal gini yaa..
kita berhasil membuat seseorang yang biasanya selalu memasang tampang kaku dan pelit banget senyum ehh hari ini tertawa karena lelucon yang kita buat, waahh.. perasaan pun melambung dan bahagiaaa bangets karena bisa menjadi orang yang membuat dia tertawa.
sementara ada orang lain yang selalu tertawa untuk setiap lelucon yang kita ucapkan padanya, yang ngga lucu sekalipun, dan ngga peduli berapa seringnya kita melontarkan lelucon yang sama, tetap saja dia tertawa setiap mendengarnya.
padahal ya kalau dipikir2.. si jarang tersenyum itu khan kurang lebih menandakan dia itu orangnya susaaaah dipuaskan, why waste time to please this person? bisa butuh waktu berbulan2 hanya untuk membuatnya senang.. sedikit! padahal dengan orang kedua itu dengan waktu yang sama yang kita habiskan bersamanya, entah berapa banyak kemajuan dalam hubungan yang bisa kita buat bersamanya?
rare doesn't always mean that it's more valuable.. sometimes rare only means.. well.. rare, ahahahaha :))
ngga jelas bangets nih bahasan :p
well, ini sebenernya lebih ke self-reminder juga, to put things more into the 'right' perspective and not blindedly overrated something, or someone :)
and a little appreciation won't hurt, right? :))
kamis 7/3 (3:27 pm)
kemaren ini pas dalam perjalanan pulang, tiba2 melintas dalam pikiran gua, "kenapa ya hal2 yang langka itu dihargai 'lebih' hanya karena kelangkaannya?", padahal belum tentu juga lebih bagus, lebih enak or lebih berguna.. pastinya sih cuman lebih menaikkan gengsi pemiliknya aja kali ya, hahaha :))
kalau ngga salah info, salah satu jenis jamur yang termasuk mahal itu adalah truffle. betul ga ya? itu mahalnya karena apa ya? karena rasanya yang sungguuuuh luar biasa enaaak? atau hanya karena susah didapat?
mungkin secara ngga sadar, banyak dari kita yang juga memberlakukan 'prinsip' ini dalam menjalani hidup, lebih 'menghargai' yang susah didapat sementara yang dengan mudah diperoleh itu cenderung disepelekan keberadaannya.
semisal gini yaa..
kita berhasil membuat seseorang yang biasanya selalu memasang tampang kaku dan pelit banget senyum ehh hari ini tertawa karena lelucon yang kita buat, waahh.. perasaan pun melambung dan bahagiaaa bangets karena bisa menjadi orang yang membuat dia tertawa.
sementara ada orang lain yang selalu tertawa untuk setiap lelucon yang kita ucapkan padanya, yang ngga lucu sekalipun, dan ngga peduli berapa seringnya kita melontarkan lelucon yang sama, tetap saja dia tertawa setiap mendengarnya.
padahal ya kalau dipikir2.. si jarang tersenyum itu khan kurang lebih menandakan dia itu orangnya susaaaah dipuaskan, why waste time to please this person? bisa butuh waktu berbulan2 hanya untuk membuatnya senang.. sedikit! padahal dengan orang kedua itu dengan waktu yang sama yang kita habiskan bersamanya, entah berapa banyak kemajuan dalam hubungan yang bisa kita buat bersamanya?
rare doesn't always mean that it's more valuable.. sometimes rare only means.. well.. rare, ahahahaha :))
ngga jelas bangets nih bahasan :p
well, ini sebenernya lebih ke self-reminder juga, to put things more into the 'right' perspective and not blindedly overrated something, or someone :)
and a little appreciation won't hurt, right? :))
kamis 7/3 (3:27 pm)
Subscribe to:
Posts (Atom)